Kau Puisi
| picture courtesy of instagram.com/amrazing |
Jemari lincah memainkan tuts tuts
piano, mengiringi setiap bait lirik
Mata terpejam dan bibir berucap
sambil tersenyum
Menghayati setiap makna dalam
setiap kalimatnya
Disini…
Di ruangan ramai tak terperi
Aku bagai sendiri dan menyendiri
Tak ada siapa pun kudengar
Walaupun suara-suara bising,
berteriak dan menjerit ada di sekelilingku
Aku tak mendengarnya....
Karena aku hanya mendengar suara
puisi yang mengalun lembut di telingaku
Membayangi pikiranku, menemaniku dalam langkah
Kau adalah puisi.....
Puisi berjiwa lembut, menebar aroma
manis dan mengalun indah...
Komentar
Posting Komentar