Surat Cinta Untuk Ray - Part 1
![]() |
| Picture courtesy of www.tersenyumlah.com |
Jakarta, 9 September 2003
Ray, aku jatuh cinta padamu. Entah
sejak kapan aku merasakannya. Bahkan aku masih belum benar-benar mengerti cinta
itu apa. Yang aku tahu ketika kita memikirkan seseorang setiap waktu, bahkan
tidak bisa terlelap setiap malam karena terlalu sibuk memandangi fotonya, itu
namanya kita sedang jatuh cinta.
Setiap malam aku bertanya tanya
apakah kamu memikirkanku juga. Setiap hari mataku tak lepas menatap gerak
gerikmu dan tak bosan menunggu tawamu. Kamu tak akan pernah curiga padaku
dan tak akan pernah menghindariku. Walaupun banyak orang mengatakan kita
pacaran, kamu pun juga akan tertawa sambil mengacak rambutku. Aku menyukai
suasana seperti itu, tapi beribu ribu kali kamu akan mengatakan bahwa aku adalah adik
kesayanganmu.
Sampai kapan ray? Sampai kapan aku
menjadi adik kesayanganmu? Sampai kamu menyadari perasaanku? Atau sampai kamu
bertemu dengan seseorang lain yang kamu sayangi?
Sudah 6 tahun kita saling mengenal
dan tak pernah ada rahasia diantara kita. Kecuali tentang perasaan ini. Aku
berusaha melawan perasaan ini dan menganggapmu tetap sebagai seorang kakak….tapi
aku tak bisa, Ray.
Ray, aku bukan pengatur hidupmu dan
aku juga tak mampu untuk mengatakannya langsung. Karena kamu pasti akan
menganggapnya bercanda dan kamu juga akan mengatakan ribuan kali bahwa kakak
adik tidak akan pernah pacaran, apalagi menikah.
Ray, kita tidak pernah ada ikatan
saudara. Orang tua kita bukan sekandung dan bukan satu keturunan. Kita dari
keluarga yang berbeda, tanpa ikatan darah. Sampai sekarang pun
aku juga tidak tahu, mengapa aku menyetujui untuk kakak adikan. Dan apa sebenarnya
yang mendasarimu mengatakan aku adik kesayangan.
Ray, kamu tak pernah muncul lagi dari
5 bulan yang lalu, setelah aku menceritakan akan melanjutkan kuliah ke Melbourne. Aku
hanya mendengar kalau kamu ikut dinas orang tua ke luar negeri. Tapi mengapa
lama sekali, Ray? Apa kamu tidak merindukanku? Apa kamu sangat sibuk sampai tak
memberiku kabar? Atau mungkin kamu sudah menemukan seseorang yang spesial disana?
Ray, besok adalah hari keberangkatanku dan aku tidak tahu kapan akan
kembali. Tapi aku pergi bukan untuk menghindarimu atau meninggalkanmu. Aku
pergi untuk mengejar mimpiku. Aku
berharap sepeninggalanku, kamu juga akan berusaha mengejar mimpimu.
Kamu tak perlu menjawab surat ini.
Biarkan perasaan ini tetap ada di hatiku tanpa tahu jawabannya. Kita akan
segera bertemu dengan orang-orang baru yang mungkin akan memberi pengaruh besar
pada hidup kita.
Sejujurnya aku takut perasaanku
padamu akan hilang. Dan takut bila kamu mendapatkan penggantiku sebagai adik
kesayangan. Tapi kita juga tidak pernah tahu apa yang akan terjadi beberapa tahun
yang akan datang. Jadi aku tidak mau berjanji apapun dan tidak mau membebanimu.
Jalanilah hidupmu dengan baik. Bila kamu
menemukan seseorang yang lebih baik dariku dan pantas bersanding di sisimu,
segera ungkapkan sebelum dia memilih yang lain. Di tempat baru nanti, aku pun
juga akan berusaha untuk melepaskanmu pelan-pelan dari hati ini.
Mengatakan semua ini membuatku lega,
walaupun khawatir bila aku akan kehilanganmu. Tapi setidaknya sebagai kakak
adik tidak ada kebohongan diantara kita. Aku sudah berusaha jujur tentang
perasaanku. Untuk saat ini tetaplah menganggapku sebagai adik kesayangan
walaupun sebenarnya aku menginginkan lebih.
Terima kasih untuk hari hari yang
menyenangkan bersamamu. Terima kasih untuk perasaannya. Dan terima kasih untuk
segala hal yang kamu berikan.
Cinta tidak akan pernah salah
memilih. Bila kamu dan aku memang ditakdirkan untuk bersama, Tuhan akan
mempersatukan kita nantinya.
Raynathan, jaga dirimu dan raihlah
mimpi terbesarmu :)).
Adik kesayanganmu,
Syafira
***********
Singapore,
6 November 2003
Sya, maafkan aku membuatmu memendam
lama tentang perasaan cinta itu. Aku sungguh minta maaf karena menganggapmu
adik kesayangan.
Sya, aku tidak pandai merangkai kata.
Jujur dari hatiku yang paling dalam, aku juga mencintaimu. Sangat mencintaimu
melebihi adik kesayangan. Aku juga tidak tahu kapan perasaan ini muncul. Walaupun
dulu kita hampir setiap hari bertemu, entah kenapa ada saat dimana aku merasa
sangat merindukanmu dan akan merasa kesal bila kamu dekat dengan laki-laki lain. Tapi aku tak pernah menunjukkannya di depanmu.
Sya, maafkan aku yang tak pernah
mengungkapkannya. Bukannya aku tidak berani atau pun takut ditolak. Aku sangat
yakin kamu akan menerimaku. Tapi aku tidak bisa sya....ada hal yang aku
sembunyikan darimu. Aku tidak ingin kamu mengetahuinya dan aku tidak ingin kamu
khawatir ataupun kecewa padaku karena sesuatu hal itu.
Sya, aku mengidap penyakit yang
mematikan...aku tidak bisa bertahan lama. Dua tahun yang lalu dokter memvonisku
mengidap leukimia.. Saat tiba-tiba aku tidak masuk
sekolah dengan alasan ikut papa dinas ke luar negeri. Sebenarnya aku sedang
menahan sakitku, mengobatinya dengan obat-obat yang aku benci di negara
tetangga kita, Singapore.
Sya, impian-impian yang pernah
kuceritakan padamu mungkin tak akan pernah terwujud. Sudah tidak ada waktu lagi
bagiku. Kian hari, sakitku makin parah. Hanya tinggal hitungan bulan aku bisa
bertahan. Saat dokter memvonisku, impian yang tersisa dan benar-benar ingin
kuwujudkan hanya ingin bersamamu sampai ajal menjemputku.
Sya, kamulah alasan yang membuatku
bertahan sampai saat ini....dan saat kamu katakan ingin pergi...aku benar-benar jatuh. Semangatku
lenyap....aku tak berani menemuimu lagi dan mengucapkan selamat tinggal. Aku
takut akan menahan kepergianmu. Aku tak ingin menjadi orang jahat yang
melarangmu mengejar impian....
Sya, cinta memang tidak pernah salah.
Tapi cinta kadang tidak harus memiliki. Saat kamu kembali nanti dan tidak
menemukanku dimana pun...jangan pernah bersedih dan menangis. Di tempat yang
tidak bisa kamu jangkau nantinya, aku hanya ingin melihat senyum bahagiamu.
Jangan pernah menyesal karena kamu
tidak mengetahui tentang hal ini. Karena ini yang kupilih....aku tidak ingin
menjadi penghalang untuk impian besarmu.
Sya, melalui surat
ini aku mengatakan bahwa sangat sangat mencintaimu dan hari ini kita bukan
kakak adik lagi. Melainkan kekasih hati yang akan terus bersatu. Aku akan tetap bersamamu
walaupun kamu tak melihatnya. Selalu mendampingimu walaupun kamu tak
merasakannya.
Sya, jangan pernah tutup hatimu untuk
siapapun. Beri cintamu untuk orang lain, aku akan selalu mendukung pilihanmu.
Siapapun itu aku yakin dia adalah orang beruntung karena telah memiliki
Syafira, wanita kuat yang diselimuti banyak impian.
Jaga dirimu Sya dan bahagialah
selalu. :)
Kekasih hatimu,
Raynathan
To be continued....

Komentar
Posting Komentar