Surat Cinta Untuk Ray - Part 2
picture courtesy of www.tersenyumlah.com To read previous story click here Jakarta, 6 Juli 2006 Ray, bagaimana kabarmu? Tentu kamu bahagia di atas sana, ditemani bidadari-bidadari cantik dan rupawan. Kamu juga tidak perlu menderita dan merasakan sakit lagi. Ray, sudah 3 tahun dari kepergianmu, tapi aku tetap masih merindukanmu. Aku sudah merelakanmu pergi tapi aku tidak bisa menghilangkan ingatan tentangmu. Setiap waktu rasanya kamu selalu ada di sisiku walaupun itu hanya imajinasiku saja. Kenapa kamu harus pergi begitu cepat Ray? Kenapa tidak menungguku pulang? Kenapa tidak mengatakannya langsung bahwa kamu juga mencintaiku? Ray 3 tahun yang lalu setelah mendengar kabar duka tentangmu, aku seperti hilang kesadaran. Dengan panik aku mengambil penerbangan terakhir dari Melbourne. Aku terus mengatakan pada diriku sendiri bahwa itu tidak akan terjadi. Kabar duka itu hanya kabar burung saja. Tapi ternyata Tuhan tidak mengabulkan harapanku. Kamu benar benar tela...