Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Surat Cinta Untuk Ray - Part 4

Gambar
picture courtesy of www.tersenyumlah.com To read previous story click here 1 Desember 2009 Hai Ray, aku Nandra, suami syafira. Tentu syafira sudah banyak menceritakan tentangku padamu. Aku sangat mencintainya dan mungkin perasaanmu padanya juga sama sepertiku. Ray, walaupun aku tidak pernah bertemu denganmu, tapi aku sungguh berterima kasih. Karena lewat permintaanmu pada Tuhan, aku dipertemukan dengannya. Ya, tentu kamu tidak ingin salah pilih untuk menemukan penggantimu sebagai pendamping Syafira. Dan aku sangat bangga karena kamu memilihku. Sebelum syafira menceritakan tentangmu kepadaku, aku sudah mendengarnya dari orang tua Syafira. Aku berusaha sabar untuk menantinya dan memahami perasaannya. Tentang kotak musik itu, aku sungguh tidak tahu bahwa kamu juga pernah memberikannya. Tapi aku bersyukur karena kotak musik itu, Syafira mulai membuka hatinya padaku. Aku tidak ingin membuatnya bersedih dan menangis. Jadi aku selalu membiarkannya bercerita tentang...

Surat Cinta Untuk Ray - Part 3

Gambar
Picture courtesy of www.tersenyumlah.com To read previous story click here 8 Agustus 2008 Ray, selama ini aku beranggapan bahwa tidak ada hari yang lebih bahagia selain hari bersama denganmu dulu.  Semua hari aku lewati dengan rasa senang tapi belum bisa mengalahkan rasa senangnya saat bersamamu.  Sampai akhirnya, tibalah hari ini. Hari bahagia lain yang aku rasakan seperti hari bahagia bersamamu. Bahkan aku masih tak percaya bahwa ini benar benar membuatku bahagia.  Hari ini....hari pernikahanku, Ray.  Dua tahun yang lalu, aku sudah memutuskan untuk mencoba menerima hati yang lain. Hati selain hatimu, Ray. Sulit rasanya, karena aku seperti menduakanmu. Tapi aku juga mulai bosan dengan paksaan orang orang yang menyuruhku mencari kekasih. Belum ada yang cocok, selalu seperti itu jawabanku. Sampai akhirnya aku mengenal calon suamiku ini. Namanya Nandra, aku bertemu dengannya sebulan setelah kepulanganku dari Jepang. Dia adalah sepupu dari sahab...

The Distance

Gambar
Bagaimana perasaanmu ketika harus berpisah dengan seseorang yang kamu sayangi? Padahal dia selalu ada untukmu. Dia adalah tempat untuk mengungkapkan segala perasaan, seperti rumah untuk menghempaskan semua kelelahan. Kamu pasti akan merasa sedih, kesal, menangis dan serasa kehilangan sebagian dirimu. Namun percayalah, mau berusaha sebaik apapun, bila dia atau kamu harus pergi maka tak ada yang bisa menahannya. Kepergiaan tersebut bukan untuk selamanya, pasti ada saat dimana kalian akan saling menyapa, memeluk, tertawa, terharu dan bahagia bersama lagi. Saat-saat untuk bersama kembali ada yang bisa diprediksi namun kadang juga tidak terprediksi. Bisa hanya dalam hitungan hari, bulan bahkan tahun. Bisa berjarak antar daerah, kota, pulau bahkan benua. Perpisahan memang terasa menyakitkan. Kita akan didera rindu yang begitu parah dan dihantui kenangan-kenangan tentangnya. Dan sekali lagi kita tidak bisa mencegah siapapun pergi, kita hanya bisa berdoa untuk kebaikan dan kebahagiaan...

I Always Pray For Your Happiness

Aku ingat setiap kata yang kamu katakan di malam kita berpisah. Bahkan masih teringat jelas bagaimana kamu memandang wajahku yang terus dibanjiri air mata. Aku benci sebuah perpisahan tapi aku tak bisa memungkiri bahwa hal ini harus terjadi. Genggaman tanganku pun akhirnya lepas dari jemarimu. Dan aku hanya bisa berlari meninggalkanmu. Lari sekencang mungkin, lari dari pandanganmu. Siapa yang pernah mengharapkan sebuah perpisahan? Siapa yang rela dengan sebuah kehilangan? Siapa yang menginginkanmu untuk pergi dari hatiku? Aku harap kamu mengejarku, memintaku untuk kembali dan memulai lagi dari awal. Tapi kamu hanya terus berdiri mematung. Bahkan ketika aku berhenti untuk menengokmu sejenak, kamu tetap berdiri memandangku dengan tatapan yang tak kuinginkan. Ya...sudah jelas semuanya. Kamu tak menginginkan diriku lagi mengisi setiap cerita hidupmu. Sudah selesai sampai disini kisah cinta kita. Kukira aku tak akan mengenal kata berpisah lagi setelah denganmu. Tapi aku dap...

Pengisi Nyawa

Impianku sangat sederhana dan ini menjadi alasan mengapa aku mencintai dunia kata-kata. Aku ingin mengisi ulang nyawa setiap orang yang kutemui...nyawa pada mentalnya, nyawa pada hatinya bahkan nyawa untuk jati dirinya. Nyawa untuk mereka yang sudah hampir lumpuh bahkan mati rasa. Nyawa itu ingin kutuangkan dalam bentuk barisan kalimat dalam berpuluh-puluh halaman. Aku ingin setiap mereka membuka lembarnya terbersit senyum mencerahkan. Seperti matahari yang muncul di kala hujan telah reda. Mungkin sudah ada banyak orang yang membuat karya seperti itu. Tapi aku berbeda. Aku hanya satu di dunia ini dan tidak ada yang bisa mencopy paste setiap jengkal nadiku, bermilyar-milyar sel tubuhku, relung-relung dalam hatiku, gejolak yang terlintas di benak dan setiap bersitan kata yang muncul di pikiranku. Aku hanya ingin mereka mendapatkan suatu cahaya dari setiap karyaku. Cahaya yang membuat mereka selalu melangkah maju dan membiarkan kenangan-kenangan buruk tertinggal di belakang. Sebuah cah...