Surat Cinta Untuk Ray - Part 4
![]() |
| picture courtesy of www.tersenyumlah.com |
1 Desember 2009
Hai Ray, aku Nandra, suami syafira. Tentu syafira sudah banyak menceritakan tentangku padamu. Aku sangat mencintainya dan mungkin perasaanmu padanya juga sama sepertiku.
Ray, walaupun aku tidak pernah bertemu denganmu, tapi aku sungguh berterima kasih. Karena lewat permintaanmu pada Tuhan, aku dipertemukan dengannya. Ya, tentu kamu tidak ingin salah pilih untuk menemukan penggantimu sebagai pendamping Syafira.
Dan aku sangat bangga karena kamu memilihku. Sebelum syafira menceritakan tentangmu kepadaku, aku sudah mendengarnya dari orang tua Syafira. Aku berusaha sabar untuk menantinya dan memahami perasaannya.
Tentang kotak musik itu, aku sungguh tidak tahu bahwa kamu juga pernah memberikannya. Tapi aku bersyukur karena kotak musik itu, Syafira mulai membuka hatinya padaku. Aku tidak ingin membuatnya bersedih dan menangis. Jadi aku selalu membiarkannya bercerita tentangmu, melakukan apa yang dia suka bahkan mengajakku berkelana ke tempat kenangan kalian berdua.
Aku tidak marah ataupun sakit hati. Aku menyukai apa yang Syafira suka. Aku akan mendukung apa yang Syafira ingin lakukan selama itu membuatnya terus semangat menjalani hari-harinya. Saat dia menunjukkan surat terakhir yang kamu tulis, aku sangat setuju dengan kalimatmu yang menyebutkan bahwa Syafira adalah wanita kuat yang dipenuhi oleh mimpi-mimpi. Dan seperti itulah aku juga melihatnya. Dia adalah wanita yang tak pernah bosan bermimpi dan semangatnya tak pernah padam untuk mewujudkan impiannya.
Syafira juga menunjukkan 20 impian yang ingin kamu wujudkan. Membangun panti asuhan adalah impian terakhir yang belum diwujudkan Syafira. Dan kali ini aku akan membantu mewujudkannya. Panti asuhan itu akan kuberi nama "Nafira", gabungan dari nama kita : rayNAthan, syaFIra, nandRA.
Ada kabar gembira lain untukmu, kita sudah mendapatkan momongan. 9 bulan Syafira merawat janinnya dengan kasih sayang. Aku cukup khawatir dengan kesehatannya, karena dia tidak juga mengurangi aktivitasnya walaupun sedang hamil tua. Tapi Tuhan melindungi Syafira dan putra kita. Ya, kita dikaruniai putra yang tampan dan sehat. Dan putra itu aku beri nama Raynathan, seperti namamu. Syafira menangis terharu memelukku. Dia serasa kembali bertemu dengan cinta pertamanya saat mememeluk Raynathan Junior. Kami akan membesarkan Raynathan junior dengan cinta yang besar dan tentu saja kami akan menceritakan asal mula namanya.
Ray, aku tidak akan pernah menghilangkan namamu dari kehidupan Syafira. Karena kamu adalah bagian terpenting dalam hidupnya. Dan apapun yang berarti untuk Syafira juga sangat berarti untukku. Aku akan menjaga Syafira dan membuatnya bahagia seperti harapanmu di surga sana.
Ayah dari keluarga kecil yang menyanyangimu
Nandra

Komentar
Posting Komentar