Pengisi Nyawa

Impianku sangat sederhana dan ini menjadi alasan mengapa aku mencintai dunia kata-kata. Aku ingin mengisi ulang nyawa setiap orang yang kutemui...nyawa pada mentalnya, nyawa pada hatinya bahkan nyawa untuk jati dirinya. Nyawa untuk mereka yang sudah hampir lumpuh bahkan mati rasa.

Nyawa itu ingin kutuangkan dalam bentuk barisan kalimat dalam berpuluh-puluh halaman. Aku ingin setiap mereka membuka lembarnya terbersit senyum mencerahkan. Seperti matahari yang muncul di kala hujan telah reda.

Mungkin sudah ada banyak orang yang membuat karya seperti itu. Tapi aku berbeda. Aku hanya satu di dunia ini dan tidak ada yang bisa mencopy paste setiap jengkal nadiku, bermilyar-milyar sel tubuhku, relung-relung dalam hatiku, gejolak yang terlintas di benak dan setiap bersitan kata yang muncul di pikiranku.

Aku hanya ingin mereka mendapatkan suatu cahaya dari setiap karyaku. Cahaya yang membuat mereka selalu melangkah maju dan membiarkan kenangan-kenangan buruk tertinggal di belakang. Sebuah cahaya yang selalu menemani mereka dalam berjuang mendapatkan kehidupan yang diinginkan. Bukan hanya kehidupan yang lebih baik, namun kehidupan yang selalu menebarkan kebaikan di muka bumi.

Aku bukan ingin dikenang karena sudah membuat suatu karya yang fantastis. Tetapi aku hanya ingin apa yang mereka dapat dari karya-karyaku bisa membekali mereka menjadi seseorang yang mereka impikan dan bermanfaat untuk setiap jiwa di dunia yang Tuhan ciptakan ini.

Tuhan terima kasih untuk semua hal yang telah terjadi dan belum terjadi. Setiap orang selalu ada tujuan mengapa ia diciptakan, dan aku sangat bersyukur bisa menyusun kata demi kata untuk menebar inspirasi.

Aku yakin kamu yang sedang membaca tulisan ini, juga akan melakukan hal yang sama denganku namun dengan cara dan kemampuan yang berbeda. Karena Tuhan selalu memberikan potensi yang berbeda-beda pada setiap makhluknya. Apapun yang tertanam dalam dirimu, jangan lelah untuk mengeksplorasinya menjadi sesuatu yang hebat dan bermanfaat bagi bumi dan segala isinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Under the Cherry Blossom

The Time Machine

Kau Puisi