I Always Pray For Your Happiness

Aku ingat setiap kata yang kamu katakan di malam kita berpisah. Bahkan masih teringat jelas bagaimana kamu memandang wajahku yang terus dibanjiri air mata.

Aku benci sebuah perpisahan tapi aku tak bisa memungkiri bahwa hal ini harus terjadi. Genggaman tanganku pun akhirnya lepas dari jemarimu. Dan aku hanya bisa berlari meninggalkanmu. Lari sekencang mungkin, lari dari pandanganmu.

Siapa yang pernah mengharapkan sebuah perpisahan? Siapa yang rela dengan sebuah kehilangan? Siapa yang menginginkanmu untuk pergi dari hatiku?

Aku harap kamu mengejarku, memintaku untuk kembali dan memulai lagi dari awal. Tapi kamu hanya terus berdiri mematung. Bahkan ketika aku berhenti untuk menengokmu sejenak, kamu tetap berdiri memandangku dengan tatapan yang tak kuinginkan.

Ya...sudah jelas semuanya. Kamu tak menginginkan diriku lagi mengisi setiap cerita hidupmu. Sudah selesai sampai disini kisah cinta kita. Kukira aku tak akan mengenal kata berpisah lagi setelah denganmu. Tapi aku dapatkan lagi setelah apa yang telah kuusahakan untuk mempertahankan hubungan kita.

Hari itu adalah hari terakhir aku melihatmu. Hari yang membuat hatiku berantakan tak karuan. Terasa perih setiap aku mengingat semua kenangan tentangmu. Berbulan-bulan aku berusaha menghilangkan perasaan cinta padamu. Bagiku, kamu bukan yang pertama tapi kamu yang paling berkesan diantara yang lain. Tak ada yang lebih baik darimu.

Dan hari ini, tepat 7 bulan setelah kita berpisah. Aku berdiri di depan pelaminan yang begitu mewah. Kulihat 2 nama yang tak asing lagi bagiku, terpampang jelas di depan pintu masuk. Namamu dan nama sahabat dekatku.

Aku sudah melatih diri untuk tidak menangis jika hari ini tiba. Walaupun perih itu masih membayangiku, kenangan pahit dan kenyataan ini harus tetap aku terima. Aku tak ingin berlari dari siapapun. Aku ingin menerimanya dengan hati yang lapang dan tersenyum padamu di hari yang membuatmu bahagia ini. Aku juga ingin memeluk sahabatku dengan pelukan hangat. Mengucapkan selamat berbahagia dengan sangat tulus.

Aku yakin dapat melakukan semua itu, tanpa menangis dan sakit hati. Apapun yang sudah terjadi selalu ada makna dan hikmahnya bukan? Aku tak ingin terus larut dalam kesedihan. Hidup terus berjalan dan aku akan membuka lembaran baru. Berjalan dengan yakin bahwa akan tiba saatnya aku menemukan sosok lain yang lebih baik darimu. Seperti perkataanmu di malam kita berpisah, 
"Hidup selalu mendatangkan pilihan-pilihan yang tak terduga dan kejadian yang tak pernah disangka namun kita harus memilih dan menerimanya. Apapun yang terjadi tetap berdirilah tegak dan sunggingkan senyum. Akan datang hari dimana kamu menemukan kebahagiaan yang lebih bahagia dari sekarang. Jadilah kuat dan jangan menyerah! Aku akan selalu mendoakan kebahagianmu."
Terima kasih untuk kebersamaan yang telah kita lalui. Biarlah berlalu dan semoga menjadi pelajaran dan pengalaman berarti untuk hidup kita. Satu permintaan dariku dan aku harap kamu selalu menepatinya, jaga selalu sahabatku. Jangan pernah lukai hatinya. Bahagiakan dan cintai dia sepenuh hati. Aku akan selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian. Semoga Tuhan selalu menaungi cinta kasih pada keluarga yang akan kalian bentuk nantinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Under the Cherry Blossom

The Time Machine

Kau Puisi